google6bd070d8ccaa9c6e.html
Butuh Bantuan? Customer Service Pusat Penjualan Kostum Anak Lucu siap melayani dan membantu Anda dengan sepenuh hati.
Beranda » » Divonis Hamil Palsu, Tidak Tahunya Ada Janin Hidup di Perut Cucu

Divonis Hamil Palsu, Tidak Tahunya Ada Janin Hidup di Perut Cucu

Ditulis pada: 25 October 2017 | Kategori:

Divonis Hamil Palsu, Tidak Tahunya Ada Janin Hidup di Perut Cucu

 

Hasil kontrol ultrasonografi (USG) pernah tunjukkan janin yang dikandung Cucu Latifah Hidayati (46) tidak berkembang. Bahkan juga tak ada sinyal tanda kehadiran rahim di janin. Tetapi, nyatanya ada janin yang masih tetap hidup sesudah Cucu alami perdarahan hebat. Ia juga mesti berjuang melahirkan anak keduanya ini tanpa ada hadirnya sang suami.

Pada saat itu, suami cucu yang berprofesi jadi militer tengah bertugas ke Aceh. Sistem melahirkan anak ke-2, yang bernama Nur Cholis Khoirullah penuh haru. Waktu melahirkan pada Februari 2003, ia telah tidak dapat menahan untuk mengejan sekali lagi.

Tetapi, suster yang mengatasi persalinan memohon Cucu untuk menahan untuk mengejan. Hal semacam ini karna suster yang mengatasi Cucu mesti membantu pasien. Ia dipaksa miring menahan untuk mengejan tapi tidak dapat ditahan. Sesudah suster membantu pasien beda, Cucu disuruh mengejan kembali.

“Saya diminta mengejan sekali lagi tapi tidak dapat. Ya, karna saya telah dari barusan mengejan sendiri. Itu tidak dapat ditahan. Pada akhirnya, bayi sulit keluar. Aksi yang di ambil, saya divakum—melahirkan dengan alat bantu berupa cup, yang ditempelkan pada permukaan atas kepala bayi, ” kata Cucu saat terlibat perbincangan pada Selasa, 17 Oktober 2017.

Alat vakum dimasukkan sampai lima kali untuk menarik bayi untuk keluar. Lewat vakum, bayi juga dapat keluar. Istilahnya, bayi dikeruk dari dalam rahim baru dapat keluar. Waktu divakum, Cucu minta dibius karna rasa sakit yang mengagumkan. Persalinan yang susah serta mesti divakum buat suster yang mengatasi Cucu juga mohon maaf.

Suster mohon maaf atas aksi yang perlu menahan untuk mengejan serta meninggalkan sebagian menit untuk membantu pasien beda.

“Ya, yang perlu, saya serta anak keduanya sama selamat. Mungkin saja aksi itu dikerjakan karna ada terbatasnya tenaga. Jadi, saat itu, cuma ada dua suster, ” lanjutnya. Cholis juga lahir dengan berat tubuh 2, 5kg.

Hamil palsu

Aksi vakum waktu persalinan di ambil tidak cuma karna bayi susah keluar, tetapi ari-ari bayi melekat dibagian jahitan caesar di rahim, sisa persalinan anak pertama. Diluar itu, dampak dari minum obat penghancur serta obat penguat. Pada umur kehamilan 2, 5 bln., Cucu bahkan juga dinyatakan hamil palsu oleh dokter.

Sekitaran Juli 2002, ibu dari tiga anak ini awalannya alami flek (keluar bercak darah). Lalu memperiksakan-diri ke dokter praktek di daerah Citayam. Hasil kontrol janin tidak berkembang. Dokter merekomendasikan kuretase– operasi untuk mengangkat jaringan pada rahim.

Untuk melakukan kuretase, Cucu dirujuk ke rumah sakit besar di daerah Jakarta Selatan. Meskipun dijadwalkan kuretase jam 12. 00 WIB, ia telah datang jam 06. 00 WIB. Surat referensi juga telah usai diserahkan ke rumah sakit. Lewat jam 12. 00 WIB tak ada panggilan.

Sesudah berdiskusi dengan tenaga medis, Cucu masuk ruangan bersalin. Ia lewat kuretase tapi tak ada pembukaan pada rahim. Karna tak ada pembukaan, kuretase dipending sampai jam 21. 00 WIB. Sebelumnya dikuretase, ia disuruh menahan pipis untuk lakukan kontrol USG.

Hasil USG, kehadiran janin dipandang tak ada. Bahkan juga untuk memberikan keyakinan hal itu, Cucu mesti lakukan kembali kontrol USG. Tidak tahan pipis, kandung kemih disuntik. Rasa kesakitan mengagumkan mesti dirasakannya.

“Saya diminta di USG sekali lagi. Beberapa koas yang praktek juga katakan, bila saya hamil palsu. Bayi tidak terlihat sekalipun. Tidak terlihat di rahim ada berisi. Jadi, waktu dikuretase, tak ada pembukaan di rahim. Ya, cuma pembukaan satu saja. Gunakan induksi—merangsang kontraksi rahim–juga tidak ingin buka, ” ucap Cucu.

Minum obat untuk keluarkan janin

Masalah pada kuretase karna rahim tidak terbuka. Mendekati jam 22. 00 WIB, dokter merekomendasikan, minum obat untuk keluarkan janin sepanjang dua minggu. Menurut dokter, obat itu termasuk juga obat keras. Cucu disuruh menanti dua hari supaya reaksi obat merasa. Saat berlangsung perdarahan, Cucu disuruh ke rumah sakit sekali lagi.

“Jangankan nunggu hingga dua hari, sehari sesudah minum obat saja, saya alami perdarahan hebat. Sepanjang perdarahan itu, saya kehilangan berat tubuh 12 kg (dari 55 kg jadi 43 kg). Tapi karna ragu dengan perdarahan serta service disana, saya pada akhirnya ke rumah sakit di daerah Bogor, dekat rumah, ” kata Cucu.

Penentuan tempat rumah sakit untuk mempermudah jarak supaya dekat dengan rumah. Dirumah sakit itu, Cucu memohon kuretase sesuai sama saran dokter dirumah sakit terlebih dulu. Sebelumnya kuretase, tenaga medis jadi lakukan USG dahulu. Sonografer (pakar USG) menyebutkan, kenapa ingin dikuretase.

“Ya, saya katakan, bila saya dianjurkan dikuretse dari dokter terlebih dulu. Saya dinyatakan hamil palsu serta janin tidak berkembang. Saya juga diberi obat keluarkan janin. Ini karna gagal dikuretase, tak ada pembukaan rahim juga, ” tutur wanita berjilbab yang tinggal di Kabupaten Bogor.

Tanggapan sonografer begitu mengagetkan, hasil USG tunjukkan, janin didalam rahim itu ada serta hidup. Sesudah Cucu alami perdarahan hebat, kehadiran janin bisa terdeteksi. Perasaan seseorang ibu menguak, siapa yang menginginkan bunuh anak sendiri. Walau sebenarnya, bayi nyatanya masih tetap hidup. Cucu memutuskan, ia menjaga kandungannya.

“Saya berdoa, bila anak ini rejeki. Tolong sempurnakan dia. Saya tetaplah menjaga kandungan walau ada rasa kuatir. Dokter juga tidak paham, bagaimana serta apa yang berlangsung apabila kandungan tetaplah dipertahankan. Sesudah bertanya keluarga juga, saya pada akhirnya memutuskan untuk menjaga kandungan, ” ucap Cucu.

Cucu juga diberi obat untuk menjaga kandungan. Kemudian, Cucu melakukan masa kehamilan seperti wanita memiliki kandungan biasanya. Ia juga mengontrol kandungan setiap 1 minggu sekali atau satu bulan sekali. Cucu juga alami masalah waktu persalinan.

Ia tidak diizinkan dokter lakukan kontrol USG sebelumnya persalinan. Ia telah bercerita kisah kehamilan sampai minum obat menjaga kandungan. Ia berfikir, check USG dapat menolong dianya untuk berjaga-jaga supaya tidak berlangsung kelainan pada bayi.

Keinginan check USG tidak diterima karenanya tangggung jawab dokter, bukanlah atas keinginan pasien. Rasa penasaran tetaplah ada. Cucu dengan kesadaran pribadi check USG ke klinik beda. Keadaan bayi normal, denyut jantung baik.

Ekstra belajar

Sistem persalinan yang penuh perjuangan berhasil sang bayi lahir tanpa ada cacat walau ada sisa vakum di lingkaran alis hingga ke belakang kepala.

Hal tersebut menyebabkan keterlambatan perubahan. Untuk sistem belajar, Cholis, yang saat ini berumur 14 th. mesti ekstra belajar.

“Dari psikolog yang saya jumpai, kekuatan anak saya untuk berkembang ya tetaplah dapat. Tapi perubahannya tidak seperti yang lain. Butuh eksta belajar serta alur asuh yang baik. Dia (Cholis) itu type anak yang menyukai audio serta visual. Dia anak yang pandai tapi mungkin saja bukanlah di bagian akademi, ” tutur Cucu.

Cucu bersukur, Cholis, yang tengah duduk di kelas IX dapat hidup serta lahir normal.

Rasa simpati

Meskipun ada kekurangan, Cholis miliki kelebihan sendiri. Ia begitu sayang pada orang-tua. Ia juga diam saja saat diperlakukan jelek oleh beberapa rekannya. Contoh, bila ada sisa luka. Ia mungkin saja diganggu sama beberapa rekannya. Tapi Cholis cuma katakan, ‘Ya, jatuh sendiri. ’

“Dia hanya katakan jatuh sendiri. Anaknya tidak sempat mengadu. Diam saja bila diapa-apain (diganggu rekan). Paling cuma tersenyum serta terima dengan tenang. Diejek saja tidak sempat geram. Ya, itu juga yang di sampaikan gurunya di sekolah, ” tutur Cucu sembari tersenyum.

Bila kita ketahui penyebabnya Cholis diganggu rekannya, ia juga akan mengakui. Tapi tetaplah saja tidak menyebutkan nama rekan yang mengganggunya.

Berarti, Cholis tidak menjerumuskan rekan. Mungkin saja dia membuat perlindungan persahabatan dengan rekannya, fikir Cucu.

Mata minus serta alergi

Setiap perkembangan Cholis diawasi Cucu. Tak tahu dampak vakum waktu lahiran atau bawaan, pandangan Cholis mulai buram mulai sejak balita. Pada akhirnya, Cholis dibawa ke dokter mata serta mesti gunakan kacamata. Dokter merekomendasikan, gunakan kacamata karna ia telah minus dua.

Tetapi, kacamata tidak sering dipakainya. Terkadang digunakan, terkadang dilepaskan. Umumnya sich tidak ingin gunakan kacamata, tutur Cucu. Bahkan juga di ajak ke dokter mata untuk di buat kacamata baru, ia tidak ingin.

Cholis sempat juga alami alergi kulit. Mulai sejak umur 2 th. serta mulai bermain dengan beberapa rekannya diluar tempat tinggal, kulitnya segera merah waktu terserang debu serta pasir.

Keluar bintik-bintik merah. Penyembuhan alergi kulit ke dokter telah sempat dikerjakan sekian kali, tapi tidak dapat hilang.

“Akhirnya, saya gunakan obat tradisionil. Minum darah ular kobra, berendam di air sirih, kulit diolesi kunyit. Itu diobatin sepanjang satu minggu lebih, ya nyaris 10 hari. Alhamdulillah, alergi kulit Cholis telah tidak kambuh sekali lagi. Dibantu obat medis juga, tapi cuma 1x diminum, ” ungkap Cucu, yang berprofesi jadi guru SMP di Kota Depok, Jawa Barat.

Cholis minum obat tradisionil ini satu tahun lantas waktu ingin naik kelas IX. Penyembuhan ini nyatanya ampuh. Cholis ingin minum. Ini karna ia miliki hasrat kuat untuk pulih. Ia saksikan sendiri waktu ular kobra disembelih. Lantas segera minum satu gelas darah ular kobra bersama empedunya.

Suka pada otomotif

Keunggulan Cholis juga dalam bagian otomotif. Cucu mencermati, anaknya dapat tahu type motor, merk serta kemampuan CC (cubical cm.) motor cuma sepintas lihat saja. Ia paham dari mendengar serta nonton video.

Dari kecil, Cholis telah suka pada otomotif. Ia sukai truk mulai sejak kecil serta saat ini suka melihat masalah kendaraan bermotor. Bahkan juga Cholis berhasil merakit sendiri, mobil-mobilan.

“Kalau kakaknya kan menginginkan lihat mengapa mobil polisi itu berbunyi. Umumnya mobil polisi juga akan dihancurkan. Nah, bila dia (Cholis), mobil polisinya di buka dahulu bautnya lantas dibongkar. Kelak usai lihat, ia gunakan sekali lagi (dirakit). Jadi, mobilnya berupa seperti awal mulanya sekali lagi, ” papar Cucu.

Divonis Hamil Palsu, Tidak Tahunya Ada Janin Hidup di Perut Cucu | Kostum Anak Lucu

Tags: Divonis Hamil Palsu, Tidak Tahunya Ada Janin Hidup di Perut Cucu

Belum ada Komentar untuk Divonis Hamil Palsu, Tidak Tahunya Ada Janin Hidup di Perut Cucu

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Blog Terbaru

Setop Gunakan Parfum, Pasangan Ini Pada akhirnya Miliki Anak

Setop Gunakan Parfum, Pasangan Ini Pada akhirnya Miliki Anak Ditulis pada: 1 November 2017

  Sesudah menunggu tujuh th. lamanya, pasangan Nicola Szymanowski (38) serta Mark pada akhirnya miliki anak. Sebelumnya sang buah hati ada, mereka berjuang untuk jadi orang-tua. Mereka lantas ikuti anjuran dokter untuk merubah pola hidup, salah satunya membatasi berolahraga serta... Baca selengkapnya »

Ini Efek Beri Stiker Saat Anak Melakukan perbuatan Baik

Ini Efek Beri Stiker Saat Anak Melakukan perbuatan Baik Ditulis pada: 1 November 2017

  Beberapa orang-tua juga akan memberi stiker jadi penghargaan karna anaknya berperilaku baik. Tapi, seseorang pakar menilainya memakai stiker untuk penghargaan itu beresiko. Seseorang Psikolog Erica Reische memperingatkan, orang-tua yang memakai stiker untuk mendorong perilaku anak-anak punya potensi membuat orang... Baca selengkapnya »

Umur Berapakah Anak Dapat Di ajarkan Nasionalisme?

Umur Berapakah Anak Dapat Di ajarkan Nasionalisme? Ditulis pada: 1 November 2017

  Rasa cinta tanah air atau nasionalisme adalah nilai perlu yang perlu ditanamkan pada tiap-tiap anak. Tetapi kapankah waktu yang pas untuk mengajarkan makna nasionalisme pada anak-anak? Psikolog Ayoe Sutomo menyebutkan kalau waktu yang pas untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada... Baca selengkapnya »

Begini Tanamkan Nilai Perbedaan SARA pada Anak

Begini Tanamkan Nilai Perbedaan SARA pada Anak Ditulis pada: 1 November 2017

Sekarang ini, banyak gosip tentang suku, agana, ras antar kelompok (SARA) di tanah air. Di hari sumpah pemuda ini, perlu untuk mengerti perlunya sama-sama menghormati didalam ketidaksamaan itu. Hal tersebut perlu tidak cuma untuk dewasa, tetapi juga pada anak-anak. Tetapi... Baca selengkapnya »

Pengen Punya Anak Lagi, Yakin Anda Telah Siap?

Pengen Punya Anak Lagi, Yakin Anda Telah Siap? Ditulis pada: 30 October 2017

Banyak orang-tua yang telah mempunyai satu anak, menginginkan miliki buah hati sekali lagi. Tapi, banyak dari orang-tua ini yang terasa sangsi, apakah mereka telah siap miliki anak sekali lagi. Bila Anda akhir-akhir ini berfikir untuk miliki anak sekali lagi, kenali... Baca selengkapnya »