google6bd070d8ccaa9c6e.html
Butuh Bantuan? Customer Service Pusat Penjualan Kostum Anak Lucu siap melayani dan membantu Anda dengan sepenuh hati.
Beranda » » Cerita Pasutri Muda Punyai 13 Anak, Semuanya Tidak Sekolah

Cerita Pasutri Muda Punyai 13 Anak, Semuanya Tidak Sekolah

Ditulis pada: 23 October 2017 | Kategori:

Cerita Pasutri Muda Punyai 13 Anak, Semuanya Tidak Sekolah

Arti ” banyak anak banyak rezeki ” tidak terus-terusan jadi semboyan orang-tua jaman dahulu. Kenyataannya, masih tetap ada ortu milenal yang mengaplikasikannya, yakni keluarga Cheriatna. Dengan istri terkasih, pria kelahiran th. 1974 ini hidup bahagia dengan keluarga besarnya. Buah hati hasil pernikahan mereka tidak cuma lima atau enam, tetapi ada sepuluh. Bagaimana caranya pasutri ini membesarkan anak-anak yang usianya berdekatan ini?

Cheriatna adalah anak pedagang bunga yang berlapak di lokasi Rawa Belong, Jakarta Barat. Ia menikah dengan Farida Ningsih yang usianya satu tahun lebih muda, awal th. 1999. Tidak lama sesudah menikah, Farida hamil serta pernah melahirkan di umur kandungan 7 bln.. Sayang, calon anak pertamanya wafat dunia sesudah melakukan persalinan prematur.

Sedih memanglah, tetapi pasutri ini tidak mau bimbang berkelanjutan. Sebagian bln. lalu, Farida kembali memiliki kandungan serta melahirkan anak ke-2 pada th. 2000. Anak wanita itu dinamakan Farhah Chefa Qonita. Dua th. lalu, Farida kembali hamil serta melahirkan anak ketiganya. Ia berikan nama Rabitha Chefa Karima. Setelah itu, Farida mengakui kembali hamil, sampai pada akhirnya mempunyai 13 anak. Tetapi, karna anak pertamanya wafat serta dia sempat juga alami keguguran sejumlah 2 x. Saat ini, pasangan suami istri ini hidup dengan sepuluh orang anak.

Uniknya, semuanya anak tak ada yang bersekolah reguler. Mereka dididik dalam keluarga untuk jadi mandiri seperti sang bapak. Dalam membesarkan anak-anaknya, pasangan ini pilih tidak untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah reguler. Demikian sebaliknya pasutri ini pilih memberi pendidikan nonformal seperti grup belajar serta pendidikan anak umur awal (PAUD) untuk anak-anaknya yang masih tetap balita.

” Bila sekolah itu kan saatnya sangat lama, sedang bila kami lebih pilih grup belajar. Diluar itu, kami juga mendidik anak dalam ruangan lingkup keluarga, ” ucap Farida waktu didapati di kantor Cheriatna di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (17/10/2017).

Walau anak-anaknya tidak bersekolah, mereka tetaplah berprestasi. Salah nya ialah Chefa yang pada awal Oktober lantas jadi juara pertama kejuaraan judo tingkat internasional. Terkecuali Chefa, anak ke-3 mereka juga berprestasi di bagian musik serta jadi pemain angklung kepresidenan.

” Ya berarti, meskipun dididik sendiri, tidak kalah dengan pendidikan resmi, ” ucap Cheriatna.

Sang istri mengutamakan, mereka juga mengajarkan anak-anaknya mandiri mulai sejak umur awal. Untuk mereka, pendidikan keluarga adalah hal terutama.

Alasan miliki banyak anak

Untuk Cheriatna serta Farida, mempunyai banyak anak itu mengasyikkan. Miliki anak banyak untuk pasangan ini, jadi fasilitas hiburan. Anak banyak buat mereka suka serta hidup merasa ramai selalu.

” Bila banyak anak kan ramai, kita suka sich, ” ucap Cheriatna.

” Miliki anak banyak itu buat saya sisi dari pendidikan mulai sejak awal. Jadi bila anak dari kecil telah di beri adik, dia jadi miliki ikatan yang lebih erat serta sayang dengan adiknya. Diluar itu, adik bila miliki kakak juga jadi penurut. Dasarnya mengajarkan anak dari kecil itu perlu, ” ucap Farida.

Mereka mengakui tidak takut alami kesusahan finansial dalam membesarkan anak-anaknya. Untuk mereka, tiap-tiap anak telah di beri rejeki semasing oleh Tuhan.

” Tiap-tiap yang bernyawa miliki rejeki semasing. Bila untuk cost makan atau pendidikan itu bukanlah problem, ” tutur Cheriatna.

Cheriatna saat ini mempunyai usaha travel. Dulunya dia pernah berdagang untuk menghidupi anak-anaknya. Dia lakukan apa sajakah, seandainya halal. Dari mulai berdagang bunga, berdagang sayur, turut multilevel marketing (MLM), sampai usaha odong-odong.

” Dahulu saya pernah dagang bunga, meneruskan usaha bapak. Tetapi saat th. 1998 krisis moneter, saya tidak dagang bunga sekali lagi, karna krismon tidak ada yang beli bunga, ” kenangnya.

Sesudah menikah, Cheriatna pernah melakukan bisnis travel dengan jadi marketing. Tetapi pada th. 2010. kerja samanya diberhentikan. Hal tersebut lalu yang membuatnya membuat usaha travel.

” Th. 2010 kerja samanya diputus, namun karna banyak yang menginginkan gunakan jasa saya, pada akhirnya saya dirikan travel, ” ucap yang memiliki Cheria Halal Wisata ini.

Ajarkan mandiri

Walau anak-anaknya tidak memperoleh pendidikan resmi, Cheriatna serta istri mendidik anak-anaknya jadi anak yang mandiri.

” Saya mengajarkan anak saya melakukan bisnis mulai sejak umur 12. Argumennya pada umur itu anak umumnya telah siap mental serta akil baligh. Namun sebelumnya umur 12, anak saya bebas belajar serta bermain, ” katanya. Diluar itu, Cheriatna mengakui di inspirasi Nabi Muhammad yang berdagang dengan pamannya ke Syam, sisi barat Saudia Arabia, mulai umur 12.

Saat ini, tiga anak Cheriatna yang terbesar telah turut melakukan bisnis dengannya di bahan usaha travel kepunyaannya.

” Anak saya yang nomor dua jadi digital marketing kami, ” ucap sang istri yang turut menolong usaha sang suami.

Terkecuali melakukan bisnis, anak-anak Cheriatna juga tekun mengurusi adik-adiknya. Mereka sama-sama lengkapi, keduanya.

” Anak saya yang paling kecil umur dua bln., saya bawa ke kantor hingga umur tiga bln.. Sesudah umur tiga bln., umumnya dirumah, diurus oleh anak yang telah besar serta dibantu sang nenek juga, ” ucap Farida.

Seringkali salah panggil nama

Mempunyai sepuluh anak dengan umur yang berdekatan pastinya mempunyai tantangan sendiri untuk pasangan ini. Sering mereka salah menyebut nama, waktu menyapa anaknya.

” Sempat saya menyapa anak saya, saya nasehatin. Namun karna saya salah sebut, dia diam saja. Tidak terasa dia yang omelan dari. Saya jadi ngerasa lucu juga, ” ucap Farida.

Tidak cuma itu, keduanya mengakui seringkali alami hal unik dengan keluarganya itu. Sempat, anaknya ketinggal waktu wisata serta mereka baru mengerti waktu di mobil.

” Sempat ke Bandung, tiga th. kemarin. Satu diantara anak saya ketinggal karna kita lupa mengkalkulasi waktu di mobil. Sadarnya saat ingin bagiin makanan kok nyisa satu, nyatanya Radja ketinggal, ” tuturnya sembari tertawa sumringah.

Untung, Cheriatna serta suami senantiasa mengajari anak-anak tetaplah tenang, bila terpisah dari rombongan keluarga. Mereka juga memberi kontak hp, hingga gampang mencari anak-anaknya. Mulai sejak waktu itu, mereka memakai langkah efisien untuk hindari terulangnya peristiwa sama.

” Mulai sejak waktu itu kita bila berjalan-jalan semua gunakan name tag serta baju yang sama, minimum sama warnanya. Kita juga senantiasa mengecek anak satu per satu, sebelumnya bergegas ke tempat setelah itu, ” ucap Farida.

Membagi waktu

Walau mempunyai banyak anak, pasangan ini senantiasa berupaya untuk membagi saat, perhatian serta kasih sayang dengan maksimal. Mereka punya kebiasaan menyempatkan diri minimum satu jam dalam satu hari untuk berkumpul dan sepanjang hari penuh di akhir minggu.

” Kita lakukan makan serta mengaji bareng. Minimum sehari satu jam. Diluar itu juga dalam 1 minggu senantiasa ada sehari untuk kumpul keluarga, ” ucap Cheriatna.

Keseharian, Cheriatna serta istri menggunakan saat mengurus travel memiliki konsep wisata halal ditempat kerjanya yang terdapat di lokasi Tendean, Jakarta Selatan. Cheriatna mengakui, usaha travelnya sediakan wisata dengan service yang nyaman untuk beberapa muslim agar bisa melaksanakan ibadah serta memperoleh makanan lokal yang halal.

Tiap-tiap th., usaha travel Cheriatna melayani lebih dari 1000 pelanggan. Terkecuali repot melakukan bisnis, Cheriatna mengakui tengah menulis buku berjudul Laku Manis Usaha Wisata Halal.

Cerita Pasutri Muda Punyai 13 Anak, Semuanya Tidak Sekolah | Kostum Anak Lucu

Tags: Cerita Pasutri Muda Punyai 13 Anak, Semuanya Tidak Sekolah

Belum ada Komentar untuk Cerita Pasutri Muda Punyai 13 Anak, Semuanya Tidak Sekolah

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Blog Terbaru

Setop Gunakan Parfum, Pasangan Ini Pada akhirnya Miliki Anak

Setop Gunakan Parfum, Pasangan Ini Pada akhirnya Miliki Anak Ditulis pada: 1 November 2017

  Sesudah menunggu tujuh th. lamanya, pasangan Nicola Szymanowski (38) serta Mark pada akhirnya miliki anak. Sebelumnya sang buah hati ada, mereka berjuang untuk jadi orang-tua. Mereka lantas ikuti anjuran dokter untuk merubah pola hidup, salah satunya membatasi berolahraga serta... Baca selengkapnya »

Ini Efek Beri Stiker Saat Anak Melakukan perbuatan Baik

Ini Efek Beri Stiker Saat Anak Melakukan perbuatan Baik Ditulis pada: 1 November 2017

  Beberapa orang-tua juga akan memberi stiker jadi penghargaan karna anaknya berperilaku baik. Tapi, seseorang pakar menilainya memakai stiker untuk penghargaan itu beresiko. Seseorang Psikolog Erica Reische memperingatkan, orang-tua yang memakai stiker untuk mendorong perilaku anak-anak punya potensi membuat orang... Baca selengkapnya »

Umur Berapakah Anak Dapat Di ajarkan Nasionalisme?

Umur Berapakah Anak Dapat Di ajarkan Nasionalisme? Ditulis pada: 1 November 2017

  Rasa cinta tanah air atau nasionalisme adalah nilai perlu yang perlu ditanamkan pada tiap-tiap anak. Tetapi kapankah waktu yang pas untuk mengajarkan makna nasionalisme pada anak-anak? Psikolog Ayoe Sutomo menyebutkan kalau waktu yang pas untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada... Baca selengkapnya »

Begini Tanamkan Nilai Perbedaan SARA pada Anak

Begini Tanamkan Nilai Perbedaan SARA pada Anak Ditulis pada: 1 November 2017

Sekarang ini, banyak gosip tentang suku, agana, ras antar kelompok (SARA) di tanah air. Di hari sumpah pemuda ini, perlu untuk mengerti perlunya sama-sama menghormati didalam ketidaksamaan itu. Hal tersebut perlu tidak cuma untuk dewasa, tetapi juga pada anak-anak. Tetapi... Baca selengkapnya »

Pengen Punya Anak Lagi, Yakin Anda Telah Siap?

Pengen Punya Anak Lagi, Yakin Anda Telah Siap? Ditulis pada: 30 October 2017

Banyak orang-tua yang telah mempunyai satu anak, menginginkan miliki buah hati sekali lagi. Tapi, banyak dari orang-tua ini yang terasa sangsi, apakah mereka telah siap miliki anak sekali lagi. Bila Anda akhir-akhir ini berfikir untuk miliki anak sekali lagi, kenali... Baca selengkapnya »